Jumat, 23 September 2011

Never Two Opportunity

Menentukan sebuah pilihan dari banyak pilihan yang tersedia sangatlah sulit. Gue sekarang sedang merasakan itu. Melanjutkan artikel yang kemarin, ini berhubungan dengan pembahasan pada artikel "Butuh Unit Galau Darurat". Saat di artikel pertama gue memilih untuk mengundurkan diri pada perusahaan dangan baik-baik. Sekarang gue dihadapkan pada pilihan yang sama lagi. Gue kembali ditawarkan untuk melakukan tes di perusahaan yang sama tetapi beda project. Ini merupaka kesempatan yang bagus untuk gue, tetapi disini gue mempertaruhkan loyalitas gue pada kerjaan ini. Karena gue harus meliburkan diri lagi untuk datang ke undangan perusahaan tersebut. Arrggh malu deh dengan para orang-orang penting di sini klo gue harus bolos mulu. Tapi, tiap kali gue inget telepon itu dan liat sms dari perusahaan tersebut, gue penasaran untuk mengikuti undangan tersebut. Padahal di hidup ini kita tak akan pernah tau akankah ada kesempatan kedua di dalam kehidupan atau tidak sama sekali (Never Two Opportunity in Your Life). So What must I do now? Gue kembali galau pada pilihan yang sama. Tapi gue yakin di balik satu kesulitan ada dua kemudahan, itulah janji Allah kepada hambanya yang mau berusaha. Ada waktu satu hari untuk gue berpikir. Semoga gue menemukan jawaban yang membuat gue tidak menyesal seumur hidup gue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar